Hadits di atas jelas menunjukkan bahwa masa muda merupakah salah satu nikmat terbesar yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah.
Seperti tradisi yang berlalu, setelah solat ied dan ceramah hari raya seluruh warga desa melakan halal bi halal entah apa maknanya, mereka saling berabat tangan satu sama lain antara laki-laki dan laki-laki dan perempuan dg perempuan dg cara saling berjalan berurutan dan saling berjabat tangan hingga membentuk barisan yg panjang.
aku sebagai warga kampung situ jg ikut melakukan itung biar bisa bertatap muka dg warga lainya karena aku memang jarang sekali di rumah dari mulain kuliah hingga bekerja... yah biar bisa ngasih senyumlah pikirku.
barisan sudah panjang dan hampir selesai tiba2 pak imam memerintahkan agar barisan laki2 meyambung ke barisan perempuan..... hah!!!! aku ndak bisa berbuat apa2 kecuali ikut ke barisan yg telah bersalaman dg jamaah perempuan mau keluar barisan pasti jadi pusat perhatian, aduh ga dapilihan udah terlambat.... aku sama sekali ndak ikhlas dg perintah pak imam kali ini... tanganku berusaha tak satukan agar ngak bersalaman dan bersentuhan alhamdulillah usaha ini berhasil ..
tapi sampai pada sebuah titik yg aku ndak tahu mengapa aku harus menatap wajah itu lagi padahal aku sudah berusaha untuk menundukan pandangan dan aku g telah berusaha untuk melupakan wajah itu... tapi tiba2 saja senyum itu berlabuh kepadaku--- aku balas jg dg senyuman karena memang sepertinya reflek aku ndak bisa mengendalikan hiks hiksss..
mantan pacarku 3 tahun yg lalu... hari ini aku deg degakn kebali.... aduh pakah usaha kerasku untuk benar2 melupakan itu harus kandas pada hari raya ini padahal aku sudah mati2an untuk ini...
Ya Allah ampuni aku.. aku meninggalkanya karena-Mu Ya Allah jika dulu itu Engkau catat sebagai amal sholeh ku yg Engkau terima dg amal itu aku mohon jagalah Hatiku hingga mati .........
Hmmm rasanya udah lama bgt ga posting2, kayaknya ini saat yang tepat deh, selain kerjaan udah kelar semua trus bosnya jg baik hati (lha bosnya aku sendiri hehe) ok deh langsung aja nih tak rivewkan sebuah kitab yang sebenarnya udah lama bgt tak beli cuma belum habis di baca, nih picnya :

Kitab ini di tulis oleh Al-Imam Abu Muhammad Al-Hasan bin Ali bin Khalaf Al-Barbahariy ato sering di sebut Imam Al-Barbahariy, disini akan aku tulis biografi singaktnya aja ya, ok deh. Sebenernya sampe sekarang q belum menemukan refrensi yg cukup kuat tentang dimana beliau lahir dan dibesarkan namun kalo dilihat dari kemasyuran beliau kemungkinan beliau lahir dan dibesarkan di Bagdad sebagai mana beliau sangat terkenal di Baghdad terutama para alim ulama, beliau banyak bergaul dengan murid-murid imam Ahlus sunnah, Ahmad bin hambal dan beliau banyak mengambil ilmu dari mereka dankebanyakan mereka berasal dari baghdad, ini menjadi bukit bahwa beliau besar dan tumbuh di tengah lingkungan ilmu yang kental dengan sunnah yang memberipengaruh besar pada beliau.
Bagai mana Guru dan petualangan beliau dalam mencari Ilmu ?
Beliau banyak menimba Ilmu dari para imam dan ulama dari sahabat2 Imam Ahmad bin Hambal namun sangat disayangkan guru beliau yang tecatum dalam literatur Islam hanya dua orang, yaitu :
1. Ahmad bin Muhammad bin Al-Hajjaj bin Abdul Aziz Abu Bakar Al-Marmazi, seorang iamam tokoh panutan, faqih, muhaddits dan pemuka ulama Baghdad, dan jg sahabat karib Imam Ahmad. Beliau wafat pada 6 Jumadil Ula tahun 275 H
2. Sahal bin Abdullah bin Yunus At-Tustari Abu Muhammad, seorang imam, ahli ibadah zuhud dan memiliki beberapa mutiara hikmah dan karomah serta kelebihan, ia wafat bulan muharam tahun 233 dalam usia 80 tahun.
Adapun kedudukan dan pujian dari para ulama terhadap beliau banyak sekali tapi disini hanya akan q sebutkan satu saja pujian Ibnu Katsir yang mungkin tidak bisa mewakili keadaan beliau di mata umat dan para ulama, Ibnu Katsir berkata : "Beliau seorang ulama yang zuhud, ulama ahli fiqih dari kalangan madzab Hambali, sangat ahli dalam memberi nasihat dan sangan tegas lagi keras terhadap ahli bid’ah dan pelaku maksiat serta sangan berwibawa dan disegani oleh orang alim dan awam"
hmmm untuk selanjutnya u dapat baca dan ciri sendiri tentang biografi beliau, dari keaadaan beliau ketika difitah dan ketika wafatnya beliau didalam persembunyiaanya.
Ok langsunh ke kitab yang udah ada di hadapan u semua.
Beliau memulai bukunya dengan pujian dan sanjungan kepada Allah serta pengakuan tulus terhadap segala karunia dan nikmat-Nya. Kemudian beliau mengaskan bahwa Islam adalah sunnah dan sunnah adalah islam dan mendorong semua umat agar tetap teguh di atas jama’ah, lalu beliau menjelaskan bahwa landasan sunnah dan orang yange menjadi penafsir sunnah adalah para sahabat Rasulullah.
Kemudian beliau mengajak dan memberi motivasi untuk mengkuti sunnah dan meninggalkan bid’ah dan beliau jg menjelaskan bahaya qiyas dan membuat perumpamaan dalam masalah sunnah serta mengajak setiap muslim hanya beriman dan membenarkan apa yang datang dari Allah dan Rasul-Nya.
Beliau jg memberi peringatan keras terhadap bahaya berbantah-bantahan, berdebat dan adu argumentasi karena tidandakan ini hanya menimbulkan keragu-raguan dalam hati.
Beliau jg berbicara tentang masalah keImanan bahwa Allah bisa dilihat pada hari kiamat dan beriman kepada mizan, adzab kubur, telaga Rasulullah dan setiap nabi memiliki telaga, syafaat, shirath, para nabi dan malaikat, surga dan neraka, Dajjal dan turunya Nabi Isa pada akhir zaman.
banyak sekali masalah hukum2 yang beliau uraikan, masalah pelaku dosa besar yang jika ia bertaubat maka Allah akan ampuni dia, dll
silahkan merujuk saja sendiri ya, capek bgt!!!
Hidup diantara kemudahan fasilitas duniawi siapa yang tidak ingin?, tapi taukah antum bahwa tak sebahagia yang antum sangka kenyataanya, kemudahan hidup tak selalu memudahkan fasilitas hidup tak selamanya bisa menjadi sarana menuju kebahagiaan, seorang ikhwn bercerita kepada sahabatnya, mencurahkan semua kesedihanya meluapkan semua beban hidupnya yang hampir-hampir membuat dadanya meledak, apakah ia dalam kondisi kemiskinan sehingga begitu berat beban yang harus ia pikul?, ternyata sebaliknya, ayahnya adalah seorang pejabat yang berpengaruh di lingkungan kabupaten dan ibunya adalah seorang akuntan di instansi pemerintah dan keluarganya adalah keluarga yang terpandang, akan tetapi inilah yang menjadikan hatinya resah dan matanya sering meneteskan air dalam kesendirianya.
Berawal saat ia memasuki jenjang sekolah SLTA, hatinya berbunga2 karena ia berhasil masuk di sebuah sekolah favorit sesuai dengan harapan dan keinginan bapak dan ibunya, tidak sia-sia matanya minus karena haus dg buku2 dan tidak sia-sia ia mengikuti les tambahan di sebuah BIMBEL .
Sekolah baru dengan banyak ekosistem yang masih belum begitu ia kenal asing dan seakan2 ia sendiri, minggu2 pertama ia merasa selalu ada yang kurang dengan penampilanya mungkin sepatunya salah ato kaos kaki yang tak sesuai dg peraturan dan lain2, akhirnya bulan pun berganti kini hampir tiba MID semester sampai disini ia tidak mengalami masalah apapun semua berjalan lancar proses adaptasipun tidak mengalami kendala yang berat.
Ujian tengah semester kali ini akan di adakan dengan sistem silang artinya bukan hanya kelas satu disilang tempat duduknya dengan kelas 2 saja tapi kelas I, II, III di campur dalam satu kelas dan lagi masing2 kelas juga di campur. kelas I1, I2, I3 di oplos ndak karuan dan bisa di pastikan belakang meja ato depan meja bukan dari teman satu kelas pokoknya rumit sekali, entah siapa yang punya ide ini dan menemukan rumus untuk mengoplosnya.
Hari Senin ia melangkah dengan pasti dan optimis karena memang persiapan sudah sangat matang sekali untuk menghadapi serangan pagi yang mendebarkan ai tidak peduli siap didepan ato di belakang tempat duduknya hari itu. bel sudah berbunyi bel pendek 3 kali dan panjang sekali artinya pertempuran pertama dimulai
Kelam masih hitam
Selimuti Bulan dan bintang yang mengintip malu
Menyongsong lahirnya fajar baru.
Sayup …kumandang azan seru-menyeru
Mengiringi lahirnya fajar hari ini di kota Nabi.
Syahdu ..
Menghentak kalbu
Bangunlah jiwa yang berselimut mimpi
Mimpimu t’lah berlalu
Jemputlah asamu
Bangkitlah hai jiwa yang terlena
Hayya ‘alash sholaah
Hayya ‘alal falaah
Panggilan Allah menggema
Menyeruak dedaunan dan pokok-pokok korma
Hayya ‘alash sholah
Hayya ‘alal falah
Panggilah Allah menggema
Mimpiku menjadi nyata
Menimba ilmu di Madinah Nabawiyyah.
Kota Nabi, penghujung 1997
$6.00 Welcome Survey After Free Registration!